Friday, February 3, 2012

Emosi? cooling down lebih baik

Tugas orang tua setelah kita menjalani ternyata begitu banyak yang masih harus saya pelajari kemudian di renungkan. kematangan emosional akan diuji terutama menghadapi anak yang tidak memenuhi apa yang kita inginkan. ada hal yang membuat saya sampai saat ini tidak bisa menarik kesimpulan. apakah dengan membiarkan anak kita berbuat semau dia dengan alasan asal dia tidak menangis ya sudah biarkan meskipun menurut orang tua apa yg dikerjakan oleh si anak tidak baik. saya sendiri sebagai anak manusia yang tumbuh kadang2 merasa bahwa apa yang membuat saya bisa maju karena kesadaran dari sendiri yang sangat kuat (sadar diri). apakah saya yg sekarang menjadi orang tua juga menunggu anak saya sadar diri dengan sendirinya?. dengan latar belakang proses pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda otomatis apa yang saya alami dari kecil hingga menjadi orang tua seperti sekarang tentu tidak sama dengan apa yang dialami oleh anak saya. kembali lagi ke emosi... minggu2 lalu sy sempat memarahi si kecil tapi akhirnya saya sadar bahwa marah itu tidak ada gunanya... dan sikecil pun tau arti marah itu apa. sekarang saya dan istri mulai berusaha membiasakan diri untuk tidak marah kepada si kecil meskipun kadang2 masih sering berbuat hal yang tidak kita inginkan. alhamdulillah sekarang sudah mulai terbiasa tidak memarahi si kecil dan dia mulai merespon dengan baik dengan makan yang banyk, minum susu dan mulai nurut karena tidak ada pemaksaan yang kita arahkan kepadanya yang ada penjelasan dan apabila dia saat itu tidak nurut kita hanya menunggu. "hati" tenang insya Allah akan menimbulkan aura positif ke anak.


sekedar menulis apa yang terpikirkan, semoga hari-hari selanjutnya tidak ada lagi ungkapan/kata-kata yang tinggi kepada si kecil yang masih butuh bimbingan dan kasih sayang besar

Thursday, January 12, 2012

Apa yang Terjadi dalam Tubuh Ketika Berhenti Merokok?


Anda termasuk perokok berat dan berniat berhenti? Ternyata, tubuh Anda pun mendambakan hal itu segera terjadi. Dalam keadaan berhenti merokok, tubuh akan merespons secara positif dengan cepat.

Aulia Sani, mantan direktur RS Harapan Kita ini, mengungkapkan hal-hal yang terjadi dalam tubuh kita begitu terbebas dari racun yang ada pada rokok. Aulia menggambarkan dalam 20 menit tanpa rokok, perubahan signifikan terjadi di jaringan organ penting manusia. "Tekanan darah, denyut jantung, dan aliran darah tepi membaik."
Lantas, apa manfaatnya dalam waktu yang lebih lama? Kalau bisa bertahan sampai 12 jam tak merokok, karbonmonoksida di dalam darah kembali normal. "Sistem aliran darah membaik dan fungsi jantung dapat meningkat,” ujar Aulia, yang kerap menjadi pembicara seminar.
Nah, agar lebih yakin dengan motivasi berhenti merokok, coba periksa dengan tes ketergantungan nikotin di bawah ini:
Pertanyaan
1. Berapa batang rokok yang Anda isap setiap hari?
Jawaban:
A. 10 atau kurang
B. 10-20
C. 21-30
D. 31 atau lebih
Skor
A. 0
B. 1
C. 2
D. 3
2. Berapa lama setelah bangun tidur Anda merokok?
Jawaban:
A. Dalam 5 menit
B. 6-30 menit
C. 31-60 menit
D. Setelah 60 menit
Skor
A. 3
B. 2
C. 1
D. 0
3. Apakah Anda kesulitan menahan diri untuk tidak merokok di tempat-tempat yang dilarang?
Jawaban:
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0
4. Apakah Anda merokok lebih sering pada jam pertama setelah bangun tidur dibandingkan pada waktu lain?
Jawaban:
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0
5. Pada saat kapan keinginan merokok yang sulit ditahan dan dihilangkan?
Jawaban:
A. Batang pertama di pagi hari
B. Waktu lain
Skor
A. 1
B. 0
6. Apakah Anda tetap merokok saat Anda sakit berat yang membutuhkan bedrest?
Jawaban:
A. Ya
B. Tidak
Skor
A. 1
B. 0
Skor            Ketergantungan
0-3 poin      Ringan
4-6 poin      Sedang
7-10 poin    Tinggi
Keterangan:
Ringan: Level ketergantungan Anda terhadap nikotin rendah. Sebaiknya, cobalah berhenti dari sekarang sebelum ketergantungan Anda semakin meningkat.
Sedang: Anda memiliki level ketergantungan menengah terhadap nikotin. Berhentilah sekarang untuk terbebas dari ketergantungan.
Berat: Anda tidak dapat mengontrol kebiasaan merokok. Sebaliknya, rokoklah yang mengatur Anda. Saat memutuskan berhenti merokok, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Anda akan mendapatkan terapi pengganti nikotin atau terapi lain yang dapat membantu Anda melepaskan diri dari ketergantungan terhadap nikotin.
Sumber: Fargerstorm Tolerance Questionnaire Br J Addict 1991
http://id.she.yahoo.com/apa-yang-terjadi-dalam-tubuh-ketika-berhenti-merokok-120630925.html